Pengembangan inovasi booster pertanian berbasis panas bumi, Katrili, memasuki tahap lanjutan melalui diskusi yang digelar di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), Kamis (23/4). Pertemuan ini mempertemukan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), FT UGM, serta PT Agrotekno Estetika Laboratoris (AEL) guna membahas arah pengembangan riset sekaligus langkah strategis ke depan.
SDGs 7
Kajian kebutuhan solusi berbasis Artificial Intelligence dan Machine Learning (AI/ML) semakin menjadi bagian penting dalam transformasi digital industri hulu minyak dan gas bumi. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kompleksitas data serta tuntutan efisiensi dan keselamatan operasional. Salah satu kegiatan penting dalam rangkaian kajian ini adalah rapat progres oleh LKFT UGM dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang dilaksanakan pada tanggal 20–24 April 2025 di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Diskusi ini menjadi forum untuk menyelaraskan pemahaman, memantau perkembangan, serta memperkuat koordinasi antar tim yang terlibat.
Dampak Pemblokiran Selat Hormuz Dorong Inovasi Alat Migas Dalam Negeri bersama Pertamina Hulu Energi
Kerja sama antara perguruan tinggi dan industri energi kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong kemandirian teknologi nasional. Dinamika global sektor migas, termasuk potensi gangguan rantai pasok seperti isu pemblokiran Selat Hormuz, menjadikan kolaborasi inovatif semakin relevan untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperkuat kapasitas dalam negeri, sejalan dengan upaya menuju energi bersih dan penguatan sistem energi yang lebih efisien. Diskusi awal terkait rencana kerja sama ini telah dilaksanakan pada 15 April 2026 di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC) Fakultas Teknik UGM. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan antara akademisi dan praktisi industri guna merumuskan arah pengembangan teknologi yang akan dikolaborasikan.
Inovasi CCU Hasil Kolaborasi LKFT UGM dan PT Kaltim Methanol Industri Berhasil Raih PROPER Emas 2025
Jakarta, 7 April 2026 — Komitmen terhadap pengembangan industri berkelanjutan kembali ditegaskan melalui kolaborasi antara PT Kaltim Methanol Industri (KMI) dan LKFT UGM dalam pengembangan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU). Program ini menjadi salah satu unggulan perusahaan sekaligus wujud sinergi antara dunia industri dan akademisi yang telah terjalin sejak tahun 2020. Keberhasilan implementasi inovasi lingkungan tersebut turut mengantarkan PT Kaltim Methanol Industri meraih penghargaan PROPER Emas 2025 dan Green Leadership 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan Green Leadership diberikan kepada Ir. Agus Priyatno, IPU atas kepemimpinannya mendorong transformasi perusahaan menuju praktik industri yang lebih efisien, bertanggung jawab, dan berorientasi jangka panjang.
Indonesia menyimpan potensi panas bumi terbesar di dunia, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Upaya transisi menuju energi bersih terus didorong untuk mendukung pencapaian sasaran iklim nasional. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Way Ratai di Provinsi Lampung yang dikelola oleh PT Cahaya Anagata Energi (CAE) sebagai bagian dari proyek strategis energi nasional.
Agenda Progress Meeting terkait pengembangan sistem Generate Document Insight using Large Language Model (LLM) dilaksanakan pada 9–10 Maret di Gedung ERIC untuk memaparkan perkembangan proyek sekaligus menyelaraskan kebutuhan pengembangan sistem antara tim pengembang dan pihak pengguna. Pertemuan ini menjadi forum diskusi antara tim LKFT UGM, Pertamina EP Zona 4, serta tim IT PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) guna memastikan arah pengembangan teknologi dan infrastruktur digital berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berjalan sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.
Kerja sama antara PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek dan LKFT UGM bertujuan mendukung penyusunan standar perhitungan biaya proyek ketenagalistrikan yang akurat dan terstruktur sebagai bagian dari upaya peningkatan keberlanjutan penyediaan energi. Fokus utama review final report adalah pengembangan dokumen acuan indeks harga untuk penyesuaian nilai kontrak pekerjaan pada proyek transmisi, gardu induk, dan pembangkit. Kajian ini mempertimbangkan pengelompokan komponen biaya yang meliputi tenaga kerja, material, dan peralatan agar selaras dengan data publikasi Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) dari Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan acuan tersebut, ditetapkan koefisien teknis serta kode publikasi indeks sebagai dasar perhitungan penyesuaian harga dalam lingkungan proyek PLN guna mendukung efisiensi sistem pengadaan energi yang berkelanjutan.
Kegiatan Progress Meeting penelitian dan pengujian sampel batubara untuk Peningkatan Nilai Tambah (PNT), serta studi ekstraksi Logam Tanah Jarang (LTJ) dari batubara dan Fly Ash Bottom Ash (FABA), dilaksanakan pada 12 Februari 2025 bertempat di Gedung ERIC dan Laboratorium Geologi UGM. Agenda tersebut menjadi forum pemaparan capaian penelitian sekaligus penyelarasan langkah strategis antara tim peneliti dan pihak industri sebagai pengguna hasil riset. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan LKFT UGM dalam pengembangan teknologi hilirisasi batubara yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Peningkatan efisiensi dan keandalan sistem pendinginan pada fasilitas produksi migas terus menjadi perhatian utama dalam menjaga keberlanjutan operasi. Komitmen tersebut diwujudkan oleh LKFT UGM dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui kegiatan konsinyering Study Engineering Design Package untuk upgrading force-draft air-cooled heat exchangers (ACHEx) yang dilaksanakan di Gedung ERIC pada 11–13 Februari 2026. Forum ini menjadi momentum penting untuk mematangkan kajian teknis berbasis standar rekayasa yang komprehensif dan terukur.
Hasil studi early retirement PLTU Pelabuhan Ratu dipresentasikan dalam agenda presentasi laporan akhir bersama PT PLN Indonesia Power pada 8 sampai 10 Desember 2025 di Gedung ERIC Fakultas Teknik UGM. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memvalidasi temuan utama sekaligus memberikan masukan strategis bagi pemerintah sebelum kebijakan percepatan pengakhiran operasi pembangkit ditetapkan.