• Tentang LKFT
    • Visi & Misi
    • Bidang Keahlian
    • Dosen Ahli
  • Pengalaman Kami
    • Tahun 2011
    • Tahun 2012
    • Tahun 2013
    • Tahun 2014
    • Tahun 2015
    • Tahun 2016
    • Tahun 2017
    • Tahun 2018
    • Tahun 2019
    • Tahun 2020
    • Tahun 2021
    • Tahun 2022
    • Tahun 2023
    • Tahun 2024
    • Tahun 2025
  • Kolaborasi Mitra
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
PUSAT KAJIAN LKFT
  • Tentang LKFT
    • Visi & Misi
    • Bidang Keahlian
    • Dosen Ahli
  • Pengalaman Kami
    • Tahun 2011
    • Tahun 2012
    • Tahun 2013
    • Tahun 2014
    • Tahun 2015
    • Tahun 2016
    • Tahun 2017
    • Tahun 2018
    • Tahun 2019
    • Tahun 2020
    • Tahun 2021
    • Tahun 2022
    • Tahun 2023
    • Tahun 2024
    • Tahun 2025
  • Kolaborasi Mitra
  • Beranda
  • Kerjasama
  • Dampak Pemblokiran Selat Hormuz Dorong Inovasi Alat Migas Dalam Negeri bersama Pertamina Hulu Energi

Dampak Pemblokiran Selat Hormuz Dorong Inovasi Alat Migas Dalam Negeri bersama Pertamina Hulu Energi

  • Kerjasama, Penelitian, SDGs 12, SDGs 17, SDGs 7, SDGs 8, SDGs 9
  • 15 April 2026, 20.00
  • Oleh: anggitanovianarizki
  • 0

Kerja sama antara perguruan tinggi dan industri energi kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong kemandirian teknologi nasional. Dinamika global sektor migas, termasuk potensi gangguan rantai pasok seperti isu pemblokiran Selat Hormuz, menjadikan kolaborasi inovatif semakin relevan untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperkuat kapasitas dalam negeri, sejalan dengan upaya menuju energi bersih dan penguatan sistem energi yang lebih efisien.  Diskusi awal terkait rencana kerja sama ini telah dilaksanakan pada 15 April 2026 di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC) Fakultas Teknik UGM. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan antara akademisi dan praktisi industri guna merumuskan arah pengembangan teknologi yang akan dikolaborasikan.

LKFT UGM menjalin rencana kerja sama dengan Pertamina Hulu Energi dalam pengembangan teknologi pengeboran, khususnya pada re-engineering komponen Reamer Shoe Drilling. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah menghasilkan desain alat yang lebih optimal dan adaptif terhadap kebutuhan operasi pengeboran di Indonesia. Bentuk kerja sama difokuskan pada kegiatan desain dan simulasi teknik yang melibatkan dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri UGM serta tim Upstream Innovation fungsi drilling dari Pertamina Hulu Energi. Tim dari LKFT UGM dipimpin oleh Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., yang berperan dalam mengoordinasikan proses perancangan dan pengembangan teknologi.

Proses Diskusi dengan Pertamina Hulu Energi

Proses pengembangan memanfaatkan metode simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) dan Finite Element Method (FEM) guna memastikan performa alat yang lebih efisien dan andal. Implementasi kegiatan re-design direncanakan berlangsung di lingkungan UGM, sementara tahap penerapan lapangan dilakukan di wilayah operasional Pertamina Hulu Energi. Program ini dijadwalkan mulai pada Mei hingga Juni 2026 dengan durasi pelaksanaan sekitar enam bulan.

Tahapan kerja mencakup dua fase utama, yaitu proses re-design dan tahap manufaktur Reamer Shoe Drilling. Hasil jangka pendek yang diharapkan berupa desain alat yang lebih optimal. Target jangka panjang diarahkan pada realisasi produksi alat dalam negeri yang mampu mendukung kebutuhan industri migas nasional serta memperkuat sektor manufaktur dalam negeri.

Urgensi pengembangan ini turut disampaikan oleh Ir. Muslim Mahardika selaku pimpinan tim LKFT UGM. Ia menekankan bahwa pemblokiran Selat Hormuz memberikan dampak signifikan terhadap industri migas di Indonesia. Pengembangan alat berbasis produksi dalam negeri dinilai menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan inovasi teknologi yang tidak hanya menjawab tantangan teknis pengeboran, tetapi juga memperkuat kemitraan antara akademisi dan industri dalam pengembangan energi berkelanjutan. (Jurnalis LKFT UGM)

Post Views: 28
Tags: LKFT UGM Migas Pengeboran Pertamina Hulu Energi Reamer Shoe Drilling SDGs12 SDGs17 SDGs7 SDGs8 SDGs9 Selat Hormuz

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

  • Kunjungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM dalam Rangka Kick-Off Meeting Kajian Strategis NasionalMay 25, 2026
  • PT ACE Energy Service Siapkan Pengembangan Energi Surya dan Sistem Baterai Berstandar InternasionalMay 12, 2026
  • LKFT UGM Ikut Andil dalam Menata Masa Depan Pascatambang Bangka Belitung yang Lebih BerkelanjutanMay 12, 2026
  • Melihat Langsung Teknologi Smart Card hingga Drone, FT UGM Sambangi Pura Group KudusMay 12, 2026
  • FT UGM dan PT Geo Dipa Energi Hadirkan Ruang Kolaborasi untuk Inovasi Geotermal BerkelanjutanMay 12, 2026
  • Universitas Gadjah Mada, EcoBlock, and Pearl Wealth Launch Strategic Carbon Market Research Initiative in IndonesiaMay 7, 2026
  • Konecranes dari Finlandia Ambil Peran dalam Pengembangan Infrastruktur Turbin di PLTU Adipala, CilacapMay 6, 2026
  • LKFT UGM Lanjutkan Proyek HAZOP–HAZID, Perkuat Operasi PHE OSES di KUPL Selatan-A & Widuri-GApril 24, 2026
  • PT Geo Dipa Energi dan LKFT UGM Selesaikan Kajian Teknis Automatic Traveling Screen PLTP Patuha Unit 1April 24, 2026
  • Pertamina Geothermal Energy dan Agrotekno Estetika Laboratoris Matangkan Langkah Pengembangan Katrili Bersama Fakultas Teknik UGMApril 23, 2026
Universitas Gadjah Mada

Pusat Kajian LKFT Fakultas Teknik UGM
Gedung Pancabrata Prof. Herman Johannes (ERIC), Lantai 2, Fakultas Teknik UGM
Jl. Grafika No. 1 Kampus UGM, Yogyakarta 55281
Phone +62-274-631180
Fax +62-274-631180
Email: lkft@ugm.ac.id

Instagram: @lkft.ugm

© 2019 - PK LKFT UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY