• Tentang LKFT
    • Visi & Misi
    • Bidang Keahlian
    • Dosen Ahli
  • Pengalaman Kami
    • Tahun 2011
    • Tahun 2012
    • Tahun 2013
    • Tahun 2014
    • Tahun 2015
    • Tahun 2016
    • Tahun 2017
    • Tahun 2018
    • Tahun 2019
    • Tahun 2020
    • Tahun 2021
    • Tahun 2022
    • Tahun 2023
    • Tahun 2024
    • Tahun 2025
  • Kolaborasi Mitra
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
PUSAT KAJIAN LKFT
  • Tentang LKFT
    • Visi & Misi
    • Bidang Keahlian
    • Dosen Ahli
  • Pengalaman Kami
    • Tahun 2011
    • Tahun 2012
    • Tahun 2013
    • Tahun 2014
    • Tahun 2015
    • Tahun 2016
    • Tahun 2017
    • Tahun 2018
    • Tahun 2019
    • Tahun 2020
    • Tahun 2021
    • Tahun 2022
    • Tahun 2023
    • Tahun 2024
    • Tahun 2025
  • Kolaborasi Mitra
  • Beranda
  • Kerjasama
  • FT UGM dan PT Geo Dipa Energi Hadirkan Ruang Kolaborasi untuk Inovasi Geotermal Berkelanjutan

FT UGM dan PT Geo Dipa Energi Hadirkan Ruang Kolaborasi untuk Inovasi Geotermal Berkelanjutan

  • Kerjasama, Penelitian, SDGs 12, SDGs 13, SDGs 15, SDGs 17, SDGs 2, SDGs 7, SDGs 9
  • 12 May 2026, 04.56
  • Oleh: anggitanovianarizki
  • 0

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) dan PT Geo Dipa Energi resmi meresmikan co-working space geotermal di Gedung ERIC FT UGM (12/05). Ini bukan sekadar fasilitas baru—ini adalah ruang di mana mahasiswa, peneliti, dan insinyur lapangan bisa duduk semeja, berbagi data, dan bersama-sama menjawab tantangan energi panas bumi Indonesia.

Indonesia menyimpan cadangan geotermal terbesar di dunia, namun jarak antara riset kampus dan kebutuhan lapangan selama ini masih lebar. Kehadiran ruang kolaboratif ini menjadi jembatan nyata antara dunia akademik dan industri dalam mendukung pengembangan energi panas bumi nasional yang berkelanjutan.

Kepala Pusat Penelitian Panas Bumi FT UGM, Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D., IPM., menegaskan bahwa ruang ini memiliki makna yang melampaui fungsi fisiknya.

“Ruang ini bukan hanya untuk bekerja, tapi tempat menumbuhkan ide bersama,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan bahwa kolaborasi ini telah menghasilkan pertumbuhan pesat dalam teknologi geotermal berkat kemitraan FT UGM dengan berbagai mitra nasional dan internasional, serta program edukasi geotermal yang menjangkau guru dan jurnalis untuk menyebarluaskan potensi panas bumi Indonesia kepada publik.

Wakil Dekan FT UGM, Prof. Dr. Ir. Sugeng Sapto Surjono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menempatkan momen ini dalam perspektif yang lebih luas. Tiga dekade perjalanan geotermal di Fakultas Teknik kini memasuki babak baru yang lebih konkret.

“Terima kasih kepada PT Geo Dipa Energi, mudah-mudahan ini menjadi awal babak baru dari perjalanan geotermal di Indonesia setelah 30 tahunan perjalanan geothermal di lingkungan Fakultas Teknik,” tambahnya.

Tujuh Klaster Riset: Geotermal sebagai Sistem, Bukan Sekadar Sumber Listrik

Yang membedakan pendekatan FT UGM adalah luasnya cakupan riset yang dikembangkan. Pengembangan geotermal tidak berhenti pada soal eksplorasi energi, tetapi juga mencakup aspek lingkungan, material industri, teknologi ekstraksi, hingga pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat. Tujuh klaster riset yang aktif berjalan mencerminkan pendekatan menyeluruh itu:

  • eksplorasi dan pemodelan prospek panas bumi,
  • mitigasi lingkungan dan konstruksi area panas bumi,
  • pengembangan material industri geothermal,
  • teknologi ekstraksi energi panas bumi,
  • sinergi geothermal–food–water nexus,
  • social engineering masyarakat sekitar panas bumi,
  • ekonomi dan regulasi geothermal.

Pendekatan multidisiplin ini menegaskan bahwa geotermal bukan lagi sekadar sektor energi, melainkan penggerak pembangunan berkelanjutan.

Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU., Kepala ERIC Fakultas Teknik UGM, mengingatkan betapa strategisnya posisi geotermal bagi ketahanan energi nasional.

“Dibandingkan sumber energi lainnya, geothermal memiliki potensi strategis yang dapat menempatkannya sejajar dengan energi fosil dan batu bara dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Inovasi “Sulasih Sulandjana”

Di antara inovasi yang lahir dari sinergi ini, satu produk mencuri perhatian: pupuk dan booster silika bernama “Sulasih Sulandjana”. Namanya diambil dari tokoh dewa-dewi kesuburan dalam kearifan lokal masyarakat Sunda/Jawa—sebuah pengingat bahwa inovasi modern tidak harus memutus akar budaya. “Sulasih Sulandjana” mencerminkan filosofi bahwa teknologi tetap berpijak pada nilai budaya lokal dan pelestarian lingkungan.

Uji Coba Pupuk Silika “Sulasih Sulandjana”. (Sumber Foto: KR Jogja)

Produk ini dikembangkan dari pemanfaatan mineral hasil samping operasional panas bumi dan sisa olahan seafood, yang diolah menjadi pupuk kaya nutrisi dan ramah lingkungan. Endapan silika—hasil samping operasional panas bumi yang selama ini belum termanfaatkan—diproses melalui teknologi nano-partikulat menjadi booster cair yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, memperkuat ketahanan terhadap hama, serta mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida. Produk ini dikembangkan khusus untuk mendukung pertanian berkelanjutan di kawasan Dataran Tinggi Dieng—wilayah yang sekaligus dikenal sebagai sentra hortikultura dan kawasan panas bumi aktif.

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis, menyampaikan keyakinannya akan masa depan inovasi ini.

“Pupuk silika ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan di masa depan dan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendukung transisi energi berkelanjutan,” tuturnya.

Peresmian co-working space ini adalah langkah kecil dengan dampak yang berpotensi besar. Ketika kampus dan industri berbagi ruang yang sama—bukan sekadar menandatangani kerja sama di atas kertas—inovasi seperti Sulasih Sulandjana bukan lagi pengecualian. Ia bisa menjadi awal dari panjangnya daftar solusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan Indonesia.

(Jurnalis LKFT UGM)

Post Views: 24
Tags: FT UGM Geo Dipa Energy Geotermal Ketahanan Pangan LKFT UGM Panas Bumi Pupuk Booster SDGs12 SDGs13 SDGs15 SDGs17 SDGs2 SDGs7 SDGs9 Transisi Energi
  • Kunjungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM dalam Rangka Kick-Off Meeting Kajian Strategis NasionalMay 25, 2026
  • PT ACE Energy Service Siapkan Pengembangan Energi Surya dan Sistem Baterai Berstandar InternasionalMay 12, 2026
  • LKFT UGM Ikut Andil dalam Menata Masa Depan Pascatambang Bangka Belitung yang Lebih BerkelanjutanMay 12, 2026
  • Melihat Langsung Teknologi Smart Card hingga Drone, FT UGM Sambangi Pura Group KudusMay 12, 2026
  • FT UGM dan PT Geo Dipa Energi Hadirkan Ruang Kolaborasi untuk Inovasi Geotermal BerkelanjutanMay 12, 2026
  • Universitas Gadjah Mada, EcoBlock, and Pearl Wealth Launch Strategic Carbon Market Research Initiative in IndonesiaMay 7, 2026
  • Konecranes dari Finlandia Ambil Peran dalam Pengembangan Infrastruktur Turbin di PLTU Adipala, CilacapMay 6, 2026
  • LKFT UGM Lanjutkan Proyek HAZOP–HAZID, Perkuat Operasi PHE OSES di KUPL Selatan-A & Widuri-GApril 24, 2026
  • PT Geo Dipa Energi dan LKFT UGM Selesaikan Kajian Teknis Automatic Traveling Screen PLTP Patuha Unit 1April 24, 2026
  • Pertamina Geothermal Energy dan Agrotekno Estetika Laboratoris Matangkan Langkah Pengembangan Katrili Bersama Fakultas Teknik UGMApril 23, 2026
Universitas Gadjah Mada

Pusat Kajian LKFT Fakultas Teknik UGM
Gedung Pancabrata Prof. Herman Johannes (ERIC), Lantai 2, Fakultas Teknik UGM
Jl. Grafika No. 1 Kampus UGM, Yogyakarta 55281
Phone +62-274-631180
Fax +62-274-631180
Email: lkft@ugm.ac.id

Instagram: @lkft.ugm

© 2019 - PK LKFT UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY