Indonesia menyimpan potensi panas bumi terbesar di dunia, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Upaya transisi menuju energi bersih terus didorong untuk mendukung pencapaian sasaran iklim nasional. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Way Ratai di Provinsi Lampung yang dikelola oleh PT Cahaya Anagata Energi (CAE) sebagai bagian dari proyek strategis energi nasional.
SDGs7
Agenda Progress Meeting terkait pengembangan sistem Generate Document Insight using Large Language Model (LLM) dilaksanakan pada 9–10 Maret di Gedung ERIC untuk memaparkan perkembangan proyek sekaligus menyelaraskan kebutuhan pengembangan sistem antara tim pengembang dan pihak pengguna. Pertemuan ini menjadi forum diskusi antara tim LKFT UGM, Pertamina EP Zona 4, serta tim IT PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) guna memastikan arah pengembangan teknologi dan infrastruktur digital berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berjalan sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.
Kerja sama antara PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek dan LKFT UGM bertujuan mendukung penyusunan standar perhitungan biaya proyek ketenagalistrikan yang akurat dan terstruktur sebagai bagian dari upaya peningkatan keberlanjutan penyediaan energi. Fokus utama review final report adalah pengembangan dokumen acuan indeks harga untuk penyesuaian nilai kontrak pekerjaan pada proyek transmisi, gardu induk, dan pembangkit. Kajian ini mempertimbangkan pengelompokan komponen biaya yang meliputi tenaga kerja, material, dan peralatan agar selaras dengan data publikasi Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) dari Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan acuan tersebut, ditetapkan koefisien teknis serta kode publikasi indeks sebagai dasar perhitungan penyesuaian harga dalam lingkungan proyek PLN guna mendukung efisiensi sistem pengadaan energi yang berkelanjutan.
Kegiatan Progress Meeting penelitian dan pengujian sampel batubara untuk Peningkatan Nilai Tambah (PNT), serta studi ekstraksi Logam Tanah Jarang (LTJ) dari batubara dan Fly Ash Bottom Ash (FABA), dilaksanakan pada 12 Februari 2025 bertempat di Gedung ERIC dan Laboratorium Geologi UGM. Agenda tersebut menjadi forum pemaparan capaian penelitian sekaligus penyelarasan langkah strategis antara tim peneliti dan pihak industri sebagai pengguna hasil riset. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan LKFT UGM dalam pengembangan teknologi hilirisasi batubara yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Peningkatan efisiensi dan keandalan sistem pendinginan pada fasilitas produksi migas terus menjadi perhatian utama dalam menjaga keberlanjutan operasi. Komitmen tersebut diwujudkan oleh LKFT UGM dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui kegiatan konsinyering Study Engineering Design Package untuk upgrading force-draft air-cooled heat exchangers (ACHEx) yang dilaksanakan di Gedung ERIC pada 11–13 Februari 2026. Forum ini menjadi momentum penting untuk mematangkan kajian teknis berbasis standar rekayasa yang komprehensif dan terukur.
Konsinyering I penyusunan Sistem Tata Kerja (STK) Pengelolaan Lingkungan PT Pertamina (Persero) digelar pada 3–4 Desember di Gedung ERIC UGM sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola lingkungan perusahaan. Agenda ini menjadi bagian penting dari upaya Pertamina merumuskan struktur kebijakan, prosedur organisasi, dan instruksi kerja yang lebih sistematis setelah dibentuknya direktorat baru di bawah fungsi HSSE yang bertugas menangani portofolio dan operasional lingkungan di tingkat head office. Urgensinya terletak pada kebutuhan akan sistem yang mampu memastikan seluruh kegiatan lingkungan berjalan terstandar, akuntabel, serta selaras dengan regulasi nasional.
Studi evaluasi migas non konvensional di wilayah Gebang yang berlangsung pada 2 sampai 5 Desember di Gedung ERIC Fakultas Teknik UGM menjadi langkah strategis dalam memetakan peluang energi masa depan Indonesia. Kegiatan ini menempatkan penentuan sweet spot untuk potensi shale gas dan shale oil sebagai fokus utama, dilengkapi dengan perhitungan sumber daya serta penyusunan evaluasi awal terkait rencana pengembangan dan keekonomian proyek. Upaya ini sejalan dengan agenda penyediaan energi terjangkau dan cleaner fossil fuel technology sebagai bagian dari transisi menuju sistem energi yang lebih efisien.
Tahap penting dalam penyusunan analisis risiko pipa penyalur di Cluster Minas resmi memasuki fase konsinyering selama dua hari pada 26–27 November 2025 di Gedung ERIC Fakultas Teknik UGM. Kegiatan ini menjadi titik krusial dalam finalisasi dokumen Analisis Risiko empat pipa penyalur minyak yang meliputi flowline 8D-47E2, 8D-47N1, 8D-47N2, dan 8D-56N2 yang tengah dikembangkan sebagai bagian dari program peningkatan keselamatan fasilitas operasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Pusat Kajian LKFT UGM menyelenggarakan agenda pendampingan dan koordinasi finalisasi dokumen e-procurement untuk tender Mess Patriot serta bangunan pendukung bersama Direktorat Pembangunan Kawasan Transmigrasi pada 19–20 November 2025 di gedung ERIC UGM. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan dokumen teknis serta keselarasan item pekerjaan sebelum proses pengadaan melalui platform INAPROC, sebagai bagian dari dukungan penuh LKFT UGM terhadap program Transmigrasi Patriot di Kota Batam, termasuk pembangunan gedung serbaguna dan fasilitas pendukung lainnya bagi masyarakat transmigran.
PT Geo Dipa Energi bersama tim peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Rapat Final Report Pekerjaan Redbeds pada 13–14 November 2025 di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC) UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan kontrak penelitian yang berlangsung sejak Juni hingga Desember 2025, dan menjadi langkah strategis dalam menjawab persoalan teknis yang dihadapi perusahaan pada proses pengeboran di lapangan panas bumi Patuha, Bandung, Jawa Barat. Pengeboran pada kegiatan eksplorasi tersebut kerap mengalami keruntuhan dan terjepit ketika menembus lapisan berwarna merah yang kemudian dikenal sebagai redbeds. PT Geo Dipa Energi berupaya memahami karakteristik lapisan tersebut agar dapat mengantisipasi hambatan serupa di masa mendatang.