PT ACE Energy Service bersama Pusat Kajian LKFT UGM resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC), Fakultas Teknik UGM (12/06). Kerja sama ini berfokus pada penyusunan studi kelayakan (feasibility study) berstandar bankable untuk integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS) pada sistem isolated maupun grid-connected di Indonesia.
SDGs7
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) dan PT Geo Dipa Energi resmi meresmikan co-working space geotermal di Gedung ERIC FT UGM (12/05). Ini bukan sekadar fasilitas baru—ini adalah ruang di mana mahasiswa, peneliti, dan insinyur lapangan bisa duduk semeja, berbagi data, dan bersama-sama menjawab tantangan energi panas bumi Indonesia.
Peningkatan keandalan pembangkit listrik menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Pada operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), proses pemeliharaan berkala atau overhaul memegang peran vital untuk memastikan seluruh sistem dapat bekerja secara optimal. Kompleksitas pekerjaan pemeliharaan mendorong hadirnya inovasi infrastruktur pendukung, salah satunya melalui proyek penambahan overhead crane di PLTU Adipala, Cilacap. Inisiatif ini turut mendukung pengembangan sistem energi yang lebih andal melalui penguatan infrastruktur dan efisiensi operasional pada sektor ketenagalistrikan.
Pusat Kajian LKFT UGM bersama PT Geo Dipa Energi Unit Patuha resmi menuntaskan proyek kajian teknis instalasi automatic traveling screen untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha Unit 1. Proyek konsultansi ini dinyatakan selesai seiring dengan terlaksananya presentasi final pada 23–24 April 2026 di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan energi bersih yang andal dan berkelanjutan di Indonesia.
Dampak Pemblokiran Selat Hormuz Dorong Inovasi Alat Migas Dalam Negeri bersama Pertamina Hulu Energi
Kerja sama antara perguruan tinggi dan industri energi kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong kemandirian teknologi nasional. Dinamika global sektor migas, termasuk potensi gangguan rantai pasok seperti isu pemblokiran Selat Hormuz, menjadikan kolaborasi inovatif semakin relevan untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperkuat kapasitas dalam negeri, sejalan dengan upaya menuju energi bersih dan penguatan sistem energi yang lebih efisien. Diskusi awal terkait rencana kerja sama ini telah dilaksanakan pada 15 April 2026 di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC) Fakultas Teknik UGM. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan antara akademisi dan praktisi industri guna merumuskan arah pengembangan teknologi yang akan dikolaborasikan.
Inovasi CCU Hasil Kolaborasi LKFT UGM dan PT Kaltim Methanol Industri Berhasil Raih PROPER Emas 2025
Jakarta, 7 April 2026 — Komitmen terhadap pengembangan industri berkelanjutan kembali ditegaskan melalui kolaborasi antara PT Kaltim Methanol Industri (KMI) dan LKFT UGM dalam pengembangan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU). Program ini menjadi salah satu unggulan perusahaan sekaligus wujud sinergi antara dunia industri dan akademisi yang telah terjalin sejak tahun 2020. Keberhasilan implementasi inovasi lingkungan tersebut turut mengantarkan PT Kaltim Methanol Industri meraih penghargaan PROPER Emas 2025 dan Green Leadership 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan Green Leadership diberikan kepada Ir. Agus Priyatno, IPU atas kepemimpinannya mendorong transformasi perusahaan menuju praktik industri yang lebih efisien, bertanggung jawab, dan berorientasi jangka panjang.
Indonesia menyimpan potensi panas bumi terbesar di dunia, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Upaya transisi menuju energi bersih terus didorong untuk mendukung pencapaian sasaran iklim nasional. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Way Ratai di Provinsi Lampung yang dikelola oleh PT Cahaya Anagata Energi (CAE) sebagai bagian dari proyek strategis energi nasional.
Agenda Progress Meeting terkait pengembangan sistem Generate Document Insight using Large Language Model (LLM) dilaksanakan pada 9–10 Maret di Gedung ERIC untuk memaparkan perkembangan proyek sekaligus menyelaraskan kebutuhan pengembangan sistem antara tim pengembang dan pihak pengguna. Pertemuan ini menjadi forum diskusi antara tim LKFT UGM, Pertamina EP Zona 4, serta tim IT PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) guna memastikan arah pengembangan teknologi dan infrastruktur digital berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berjalan sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.
Kerja sama antara PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek dan LKFT UGM bertujuan mendukung penyusunan standar perhitungan biaya proyek ketenagalistrikan yang akurat dan terstruktur sebagai bagian dari upaya peningkatan keberlanjutan penyediaan energi. Fokus utama review final report adalah pengembangan dokumen acuan indeks harga untuk penyesuaian nilai kontrak pekerjaan pada proyek transmisi, gardu induk, dan pembangkit. Kajian ini mempertimbangkan pengelompokan komponen biaya yang meliputi tenaga kerja, material, dan peralatan agar selaras dengan data publikasi Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) dari Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan acuan tersebut, ditetapkan koefisien teknis serta kode publikasi indeks sebagai dasar perhitungan penyesuaian harga dalam lingkungan proyek PLN guna mendukung efisiensi sistem pengadaan energi yang berkelanjutan.
Kegiatan Progress Meeting penelitian dan pengujian sampel batubara untuk Peningkatan Nilai Tambah (PNT), serta studi ekstraksi Logam Tanah Jarang (LTJ) dari batubara dan Fly Ash Bottom Ash (FABA), dilaksanakan pada 12 Februari 2025 bertempat di Gedung ERIC dan Laboratorium Geologi UGM. Agenda tersebut menjadi forum pemaparan capaian penelitian sekaligus penyelarasan langkah strategis antara tim peneliti dan pihak industri sebagai pengguna hasil riset. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan LKFT UGM dalam pengembangan teknologi hilirisasi batubara yang mendukung pembangunan berkelanjutan.