Pusat Kajian LKFT UGM menggelar presentasi akhir demand forecast pada 6-7 November 2025 di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC), Fakultas Teknik UGM. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian Focus Group Discussion (FGD) yang telah dilaksanakan di berbagai wilayah kawasan Indonesia Timur, meliputi Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, serta diskusi lanjutan bersama pemerintah pusat.
Tahapan studi ini diawali dengan pengumpulan proyeksi kebutuhan beban listrik di setiap wilayah amatan. Hasil FGD di daerah menunjukkan sejumlah temuan penting terkait karakter pertumbuhan industri dan aktivitas ekonomi lokal. Beberapa wilayah memiliki potensi peningkatan kebutuhan energi seiring berkembangnya kawasan industri dan aktivitas ekonomi baru. Namun, di sisi lain, ketergantungan terhadap pelanggan besar menjadi tantangan tersendiri karena dapat menimbulkan fluktuasi beban yang signifikan. Aktivitas industri juga bersifat tidak tetap dan sulit diprediksi dalam jangka panjang, karena keberadaannya sangat bergantung pada dinamika investasi, kebijakan, serta kelangsungan operasi di masing-masing wilayah.

Dr. Wijaya Yudha Atmaja, S.T., M.Eng. menjelaskan bahwa kondisi tersebut menjadi alasan penting dikembangkannya tools indeks kepastian demand, sebuah inovasi yang dirancang untuk mengukur tingkat akurasi proyeksi kebutuhan energi. “Prediksi hingga 40 tahun ke depan tentu memiliki tingkat ketidakpastian tinggi. Melalui tools ini, kami mengklasifikasikan hasil proyeksi ke dalam tiga tingkat keyakinan, yaitu low, moderat, dan optimis, sehingga pengguna dapat memahami sejauh mana kepastian asumsi dan data yang digunakan dalam setiap skenario,” ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU. menekankan pentingnya hasil kajian ini bagi perencanaan energi nasional jangka panjang. “Kami berharap hasil studi ini dapat menjadi masukan strategis bagi PLN dan pemerintah dalam memastikan ketersediaan energi yang berkeadilan bagi seluruh wilayah, termasuk kawasan timur Indonesia yang memiliki dinamika pertumbuhan dan tantangan tersendiri,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi ruang klarifikasi asumsi antara data hasil FGD daerah, kementerian, dan PLN untuk memastikan kesesuaian dasar analisis. Hasil akhir studi akan menjadi masukan penting bagi PLN dan pemerintah dalam merumuskan perencanaan energi jangka panjang di kawasan timur, dengan output berupa masterplan demand forecast yang ditargetkan rampung pada akhir Februari 2026. Upaya ini sekaligus memperkuat arah pengembangan energi bersih dan terjangkau, mendorong peningkatan inovasi serta infrastruktur yang berkelanjutan, dan memperluas kolaborasi antarlembaga untuk mendukung perencanaan energi nasional yang lebih inklusif dan tangguh. (Jurnalis LKFT UGM: Anggita Noviana R.)