Pusat Kajian LKFT UGM bekerja sama dengan PT Cahaya Anagata Energy menggelar rapat presentasi laporan akhir pekerjaan geologi lapangan panas bumi Way Ratai pada Kamis, 6 November 2025, bertempat di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC), Fakultas Teknik UGM. Kegiatan ini menjadi tahap penting dalam penyelesaian proyek yang telah berlangsung sejak Januari 2025, menandai berakhirnya rangkaian penelitian dan pemodelan sistem panas bumi di wilayah WKP Way Ratai, yang terletak di Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.
Rapat yang berlangsung interaktif dihadiri oleh tim teknis PT Cahaya Anagata Energy dan peneliti Pusat Kajian LKFT UGM. Pertemuan tersebut memaparkan hasil komprehensif dari seluruh tahapan kegiatan yang meliputi analisis penginderaan jauh, pemetaan geologi lapangan, studi petrogenesis, analisis laboratorium, hingga pemodelan 2D dan 3D geologi bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan kemajuan signifikan dalam memahami distribusi mineral, komposisi geokimia, umur batuan, serta rekonstruksi sistem magmatik dan jalur panas bumi di kawasan Way Ratai.
Laporan akhir yang telah disusun secara menyeluruh juga menjadi dasar pembahasan rencana adendum kegiatan. Upaya ini bertujuan memperluas ruang lingkup analisis dan meningkatkan ketelitian hasil studi melalui analisis lanjutan komposisi geokimia, pengujian laboratorium tambahan, serta pengembangan model geologi terintegrasi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan interpretasi yang lebih akurat terhadap volcanic plumbing system, sekaligus memperkuat pemanfaatan potensi panas bumi sebagai sumber energi berkelanjutan.
Sejak awal kontrak pada Januari 2025, proyek ini telah menempuh berbagai tahapan penting, mulai dari retrieval data satelit dan pemrosesan citra multispektral, hingga pemetaan lapangan detail, pengambilan sampel batuan, serta analisis petrografi, XRD, geokimia, dan penanggalan radiometrik (K-Ar). Seluruh proses tersebut memberikan gambaran menyeluruh terhadap karakteristik geologi sistem panas bumi Way Ratai.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk melanjutkan kajian lanjutan yang lebih komprehensif guna mendukung pengembangan energi bersih, inovasi riset, mitigasi perubahan iklim, dan kemitraan berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pencapaian pembangunan berkelanjutan nasional. (Jurnalis LKFT UGM: Anggita Noviana R.)