Kajian kebutuhan solusi berbasis Artificial Intelligence dan Machine Learning (AI/ML) semakin menjadi bagian penting dalam transformasi digital industri hulu minyak dan gas bumi. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kompleksitas data serta tuntutan efisiensi dan keselamatan operasional. Salah satu kegiatan penting dalam rangkaian kajian ini adalah rapat progres oleh LKFT UGM dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang dilaksanakan pada tanggal 20–24 April 2025 di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Diskusi ini menjadi forum untuk menyelaraskan pemahaman, memantau perkembangan, serta memperkuat koordinasi antar tim yang terlibat.
LKFT UGM
Bojonegoro, 15 April 2026 — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong pengembangan infrastruktur strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah dan mengurangi beban lalu lintas di kawasan perkotaan dalam kerangka perencanaan pembangunan yang berorientasi pada penguatan kota dan permukiman yang berkelanjutan. Salah satu proyek prioritas yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang diharapkan menjadi solusi atas kepadatan lalu lintas sekaligus membuka akses pertumbuhan wilayah baru di bagian selatan Bojonegoro.
Dampak Pemblokiran Selat Hormuz Dorong Inovasi Alat Migas Dalam Negeri bersama Pertamina Hulu Energi
Kerja sama antara perguruan tinggi dan industri energi kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong kemandirian teknologi nasional. Dinamika global sektor migas, termasuk potensi gangguan rantai pasok seperti isu pemblokiran Selat Hormuz, menjadikan kolaborasi inovatif semakin relevan untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperkuat kapasitas dalam negeri, sejalan dengan upaya menuju energi bersih dan penguatan sistem energi yang lebih efisien. Diskusi awal terkait rencana kerja sama ini telah dilaksanakan pada 15 April 2026 di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC) Fakultas Teknik UGM. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan antara akademisi dan praktisi industri guna merumuskan arah pengembangan teknologi yang akan dikolaborasikan.
Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bulungan dan Pusat Kajian LKFT UGM menjadi langkah strategis untuk memperkuat perencanaan pembangunan daerah berbasis data. Upaya ini tidak hanya berfokus pada penyusunan dokumen teknis, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan melalui penguatan tata kelola, penyediaan infrastruktur yang andal, serta peningkatan kualitas kawasan permukiman. Pertemuan yang diselenggarakan di Gedung ERIC, Fakultas Teknik pada 10 April 2026 berfungsi sebagai forum awal untuk menyelaraskan tujuan, ruang lingkup, serta mekanisme pelaksanaan kerja sama.
Inovasi CCU Hasil Kolaborasi LKFT UGM dan PT Kaltim Methanol Industri Berhasil Raih PROPER Emas 2025
Jakarta, 7 April 2026 — Komitmen terhadap pengembangan industri berkelanjutan kembali ditegaskan melalui kolaborasi antara PT Kaltim Methanol Industri (KMI) dan LKFT UGM dalam pengembangan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU). Program ini menjadi salah satu unggulan perusahaan sekaligus wujud sinergi antara dunia industri dan akademisi yang telah terjalin sejak tahun 2020. Keberhasilan implementasi inovasi lingkungan tersebut turut mengantarkan PT Kaltim Methanol Industri meraih penghargaan PROPER Emas 2025 dan Green Leadership 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan Green Leadership diberikan kepada Ir. Agus Priyatno, IPU atas kepemimpinannya mendorong transformasi perusahaan menuju praktik industri yang lebih efisien, bertanggung jawab, dan berorientasi jangka panjang.
Leak Study 85E206 merupakan inisiatif investigasi teknis berbasis kolaborasi multidisiplin antara KPI RU IV Cilacap dan LKFT UGM. Kegiatan diskusi laporan progres dilaksanakan pada 13 Maret 2026 di Gedung ERIC untuk membahas capaian sementara, validasi data, dan langkah tindak lanjut investigasi kebocoran. Fokus utama studi terletak pada kebocoran berulang pada Heat Exchanger 85E206, yang diketahui memiliki nilai Mean Time to Failure (MTTF) sekitar tujuh bulan. Kondisi tersebut menimbulkan risiko operasional signifikan, termasuk potensi shutdown unit hingga 14 hari serta implikasi terhadap aspek keselamatan kerja dan keberlanjutan operasi.
Indonesia menyimpan potensi panas bumi terbesar di dunia, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Upaya transisi menuju energi bersih terus didorong untuk mendukung pencapaian sasaran iklim nasional. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Way Ratai di Provinsi Lampung yang dikelola oleh PT Cahaya Anagata Energi (CAE) sebagai bagian dari proyek strategis energi nasional.
Agenda Progress Meeting terkait pengembangan sistem Generate Document Insight using Large Language Model (LLM) dilaksanakan pada 9–10 Maret di Gedung ERIC untuk memaparkan perkembangan proyek sekaligus menyelaraskan kebutuhan pengembangan sistem antara tim pengembang dan pihak pengguna. Pertemuan ini menjadi forum diskusi antara tim LKFT UGM, Pertamina EP Zona 4, serta tim IT PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) guna memastikan arah pengembangan teknologi dan infrastruktur digital berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berjalan sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.
Perencanaan pembangunan Mess Patriot menjadi bagian dari kolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi dalam mendukung penyediaan fasilitas hunian bagi program transmigrasi patriot. Kegiatan ini membahas rencana penyusunan perencanaan teknis pembangunan mess beserta bangunan penunjangnya di kawasan transmigrasi Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Proyek tersebut merupakan kelanjutan dari perencanaan Mess Patriot yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kota Batam. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung penyediaan permukiman layak sekaligus mendorong pengembangan kawasan hunian yang berkelanjutan di wilayah transmigrasi. Rencana kerja sama awal tersebut dibahas dalam pertemuan yang dilaksanakan pada 9 Februari 2026 di Gedung ERIC.
Kerja sama antara PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek dan LKFT UGM bertujuan mendukung penyusunan standar perhitungan biaya proyek ketenagalistrikan yang akurat dan terstruktur sebagai bagian dari upaya peningkatan keberlanjutan penyediaan energi. Fokus utama review final report adalah pengembangan dokumen acuan indeks harga untuk penyesuaian nilai kontrak pekerjaan pada proyek transmisi, gardu induk, dan pembangkit. Kajian ini mempertimbangkan pengelompokan komponen biaya yang meliputi tenaga kerja, material, dan peralatan agar selaras dengan data publikasi Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) dari Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan acuan tersebut, ditetapkan koefisien teknis serta kode publikasi indeks sebagai dasar perhitungan penyesuaian harga dalam lingkungan proyek PLN guna mendukung efisiensi sistem pengadaan energi yang berkelanjutan.