Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), melalui Lembaga Kerja Sama Fakultas Teknik (LKFT) UGM, bekerja sama dengan PT Pertamina Refinery Unit II Dumai dan WEA menyelenggarakan Training Pekerja TSA bertajuk Lightning Protection System (LPS), Grounding, and Bonding. Pelatihan diselenggarakan di Gedung ERIC, Fakultas Teknik UGM, dalam dua gelombang bagi kelompok peserta yang berbeda, yaitu Kamis dan Jumat (30-31 Juli), serta Senin dan Selasa (3-4 Agustus).

Kedua gelombang tersebut membekali peserta dengan pemahaman mengenai karakteristik dan fenomena petir, risiko sambaran petir pada fasilitas tangki, hingga konsep dasar sistem proteksi petir. Peserta juga memperoleh pemahaman teknis melalui evaluasi air termination, evaluasi down conductor, serta evaluasi grounding dan bonding. Materi disampaikan oleh sejumlah narasumber berpengalaman, di antaranya Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., Mochammad Wahyudi, S.T., M.T., Yusuf Susilo Wijoyo, S.T., M.Eng., dan Dr. Ir. Mokhammad Isnaeni Bambang Setyonegoro, M.T.
Peserta turut mengikuti sejumlah kegiatan penunjang berupa praktik dan kunjungan laboratorium yang dipandu oleh Harry Prabowo, S.T., M.T., pengujian alat ukur arus petir dan lightning event counter, simulasi zona proteksi, benchmarking sistem proteksi petir, hingga diskusi bersama akademisi, pabrikan, dan pengguna yang sebagian dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Rangkaian kegiatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapat gambaran langsung mengenai penerapan sistem proteksi petir di lingkungan industri.
Pelatihan ini memadukan pembelajaran teori dan praktik guna memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai sistem proteksi petir. Pengetahuan mengenai evaluasi LPS, grounding, dan bonding yang diperoleh diharapkan mampu menunjang kompetensi pekerja TSA dalam mendukung keselamatan dan keandalan fasilitas industri, khususnya di lingkungan operasional Pertamina.

Kerja sama DTETI FT UGM melalui LKFT UGM bersama PT Pertamina Refinery Unit II Dumai dan WEA ini merupakan bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia di bidang proteksi petir dan keselamatan kelistrikan, sekaligus mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata di industri. Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendorong pendidikan berkualitas, penguatan keselamatan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta pengembangan industri, inovasi, dan infrastruktur yang berkelanjutan. (Jurnalis LKFT UGM)