Kerja sama antara PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek dan LKFT UGM bertujuan mendukung penyusunan standar perhitungan biaya proyek ketenagalistrikan yang akurat dan terstruktur sebagai bagian dari upaya peningkatan keberlanjutan penyediaan energi. Fokus utama review final report adalah pengembangan dokumen acuan indeks harga untuk penyesuaian nilai kontrak pekerjaan pada proyek transmisi, gardu induk, dan pembangkit. Kajian ini mempertimbangkan pengelompokan komponen biaya yang meliputi tenaga kerja, material, dan peralatan agar selaras dengan data publikasi Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) dari Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan acuan tersebut, ditetapkan koefisien teknis serta kode publikasi indeks sebagai dasar perhitungan penyesuaian harga dalam lingkungan proyek PLN guna mendukung efisiensi sistem pengadaan energi yang berkelanjutan.

Agenda konsinyering finalisasi dokumen dilaksanakan di Gedung ERIC pada tanggal 3–4 Maret 2026. Analisis proyek dalam kajian ini difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu sipil, mekanikal, dan elektrikal sebagai basis metodologi pemodelan teknis. Pendekatan multidisiplin tersebut bertujuan memastikan bahwa parameter proyek ketenagalistrikan dapat diukur secara komprehensif, mulai dari aspek struktur, sistem mekanikal, hingga sistem kelistrikan yang mendukung pengembangan infrastruktur energi dan transisi teknologi rendah emisi. Tim LKFT dipimpin oleh PIC utama, yaitu Prof. Ir. Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU., ACPE, serta tenaga ahli multidisiplin yang meliputi teknik sipil, teknik mesin, dan teknik elektro, sehingga pendekatan kajian dapat dilakukan secara terpadu dan mendalam. Output yang diharapkan adalah dokumen sumber indeks yang komprehensif untuk mendukung efisiensi biaya proyek energi dan manajemen pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang lebih berkelanjutan.
Kontrak kerja sama berlangsung dari 16 Desember 2025 hingga 31 Maret 2026 dengan target finalisasi dan verifikasi rekomendasi pada 4 Maret 2026. Koordinasi dilakukan melalui pertemuan rutin dua minggu sekali serta rapat bidang untuk menampung masukan substantif. Pada proses konsinyering hari kedua, Sudiyana, S.E., M.M sebagai sebagai Direktur Statistik Distribusi dan Jasa BPS DIY menyampaikan bahwa Badan Pusat Statistik menyediakan berbagai data indeks yang mencakup indeks harga produsen, indeks harga perdagangan besar, dan indeks harga konsumen. Ketersediaan data tersebut diharapkan dapat menunjang pengembangan model perhitungan proyek ketenagalistrikan yang lebih komprehensif untuk mendukung perencanaan pembangunan yang adaptif terhadap dinamika ekonomi dan kebutuhan energi masa depan.


Proses penyusunan dokumen sudah mencapai 98% serta mendapatkan persetujuan oleh pihak PT PLN dan BPS. Finalisasi kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan ketepatan metodologi perhitungan biaya, memperkuat kualitas dokumen standar pengadaan proyek, serta mendukung optimalisasi pemanfaatan sumber daya dalam pembangunan sistem energi nasional yang lebih inklusif. Hasil kajian akan diimplementasikan pada proyek ketenasilan kerja sama diukur dari penerimaan dokumen oleh PLN dan terbitnya surat rekomendasi kesesuaian, dengan tindak lanjut berupa optimalisasi penerapan hasil kajian dalamagalistrikan seperti pembangkit listrik dan jaringan transmisi tegangan ekstra tinggi. Keberh sistem manajemen proyek, efisiensi biaya investasi energi, serta kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang lebih ramah lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan. (Jurnalis LKFT UGM: Anggita Noviana R.)