Perencanaan pembangunan Mess Patriot menjadi bagian dari kolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi dalam mendukung penyediaan fasilitas hunian bagi program transmigrasi patriot. Kegiatan ini membahas rencana penyusunan perencanaan teknis pembangunan mess beserta bangunan penunjangnya di kawasan transmigrasi Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Proyek tersebut merupakan kelanjutan dari perencanaan Mess Patriot yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kota Batam. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung penyediaan permukiman layak sekaligus mendorong pengembangan kawasan hunian yang berkelanjutan di wilayah transmigrasi. Rencana kerja sama awal tersebut dibahas dalam pertemuan yang dilaksanakan pada 9 Februari 2026 di Gedung ERIC.

Diskusi tersebut berfokus pada pembahasan rencana pekerjaan swakelola tipe II dalam penyusunan perencanaan teknis pembangunan mess dan fasilitas pendukung. Lokasi pembangunan direncanakan berada di kawasan transmigrasi Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Rencana pembangunan ini diharapkan dapat memperkuat penyediaan infrastruktur hunian bagi program transmigrasi patriot yang menjadi bagian dari upaya pengembangan kawasan transmigrasi di wilayah tersebut. Penyediaan hunian dan fasilitas dasar juga berkontribusi pada penguatan pembangunan wilayah inklusif dan pengurangan kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Paparan awal kegiatan memuat gambaran perencanaan ruang, kebutuhan fasilitas, detail lokasi, posisi lahan, serta estimasi luasan bangunan yang dirancang. Koordinasi kegiatan dipimpin oleh Angga Fajar Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D. sebagai penanggung jawab yang mengoordinasikan tim multidisiplin dari bidang geodesi, arsitektur, dan teknik sipil. Keterlibatan berbagai disiplin ilmu memungkinkan proses perencanaan mempertimbangkan aspek tata ruang, kondisi fisik lahan, serta kelayakan konstruksi bangunan secara lebih menyeluruh. Pendekatan lintas bidang tersebut mendukung perencanaan kawasan yang mengedepankan infrastruktur tangguh dan pembangunan berkelanjutan.

Rencana kerja sama ini dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, yaitu sejak 9 Februari hingga 10 April 2026. Agenda lanjutan yang telah direncanakan mencakup kegiatan survei lapangan ke lokasi proyek pada 13–15 Februari 2026. Survei tersebut bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting lahan sekaligus melakukan analisis tapak lanskap kawasan. Pengamatan meliputi kondisi lingkungan sekitar (neighbourhood), elevasi lahan terhadap jalan eksisting, keberadaan sawah tadah hujan di sekitar area hunian, serta berbagai karakteristik lingkungan lain yang berpotensi memengaruhi proses pembangunan. Pengkajian kondisi lingkungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong perencanaan ruang yang responsif terhadap lingkungan dan keberlanjutan kawasan.
Tahap berikutnya mencakup kegiatan pemetaan topografi serta pengujian jenis tanah yang direncanakan pada awal Maret. Data teknis yang diperoleh dari kegiatan tersebut akan menjadi dasar penting dalam penyusunan rancangan bangunan dan pengembangan kawasan hunian transmigrasi. Ketersediaan data lapangan yang akurat juga berperan dalam mendukung perencanaan infrastruktur yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan menghasilkan perencanaan teknis yang matang bagi pembangunan Mess Patriot di kawasan transmigrasi Kalukku. (Jurnalis LKFT UGM: Anggita Noviana R.)