Leak Study 85E206 merupakan inisiatif investigasi teknis berbasis kolaborasi multidisiplin antara KPI RU IV Cilacap dan LKFT UGM. Kegiatan diskusi laporan progres dilaksanakan pada 13 Maret 2026 di Gedung ERIC untuk membahas capaian sementara, validasi data, dan langkah tindak lanjut investigasi kebocoran. Fokus utama studi terletak pada kebocoran berulang pada Heat Exchanger 85E206, yang diketahui memiliki nilai Mean Time to Failure (MTTF) sekitar tujuh bulan. Kondisi tersebut menimbulkan risiko operasional signifikan, termasuk potensi shutdown unit hingga 14 hari serta implikasi terhadap aspek keselamatan kerja dan keberlanjutan operasi.
Pendekatan yang diterapkan dalam studi ini menekankan integrasi antara analisis berbasis data dan metode rekayasa teknik, sekaligus mencerminkan praktik inovasi dalam sektor industri. Berbagai metode digunakan untuk memperoleh gambaran komprehensif terhadap mekanisme kegagalan yang terjadi. Damage mapping dilakukan untuk memetakan pola kerusakan secara spasial, sementara simulasi vibrasi dimanfaatkan guna memahami pengaruh dinamika fluida terhadap struktur peralatan. Analisa metalurgi turut dilakukan untuk mengidentifikasi degradasi material pada komponen kritis, sedangkan evaluasi kondisi operasi memberikan konteks terhadap faktor eksternal yang berpotensi mempercepat kerusakan, termasuk kaitannya dengan efisiensi energi dan penggunaan sumber daya secara optimal.

Sejumlah capaian telah diperoleh hingga tahap progress report. Penyusunan failure baseline berhasil dilakukan sebagai acuan awal dalam analisis kegagalan. Validasi lokasi kerusakan dominan juga telah dikonfirmasi melalui pengamatan dan pengujian yang sistematis. Indikasi adanya fretting damage teridentifikasi sebagai salah satu kandidat mekanisme kegagalan utama yang memerlukan pendalaman lebih lanjut. Selain itu, tim telah mengembangkan framework root cause matrix untuk mengkorelasikan berbagai variabel penyebab secara terstruktur dan komprehensif, sejalan dengan prinsip penilaian siklus hidup dalam evaluasi keandalan peralatan industri.
Arah studi tidak hanya berhenti pada identifikasi permasalahan, melainkan juga difokuskan pada penyusunan strategi mitigasi teknis yang berkelanjutan. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan reliability peralatan, menekan frekuensi kegagalan berulang, serta memperkuat aspek process safety. Dampak lebih luasnya mencakup peningkatan produktivitas ekonomi melalui pengurangan downtime, sekaligus mendukung praktik penggunaan sumber daya secara efisien dalam proses industri.
Leak Study 85E206 juga mencerminkan pentingnya pendekatan kolaboratif dan berbasis evidence dalam menyelesaikan permasalahan industri yang kompleks. Kolaborasi antara institusi industri dan akademik merepresentasikan bentuk nyata kemitraan global dalam mendorong pengembangan teknologi dan peningkatan kapasitas. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan praktik reliability engineering di sektor pengolahan migas, sekaligus mendukung keberlanjutan operasi melalui peningkatan integritas dan kinerja peralatan proses serta kontribusi terhadap upaya aksi iklim secara tidak langsung. (Jurnalis LKFT UGM: Anggita Noviana R. disunting dari Tim Ahli Proyek Terkait)