Program Pengabdian Masyarakat yang dijalankan Tim KBK Kawasan DTAP FT UGM di Kampung Kricak memasuki tahap penting setelah rangkaian kegiatan analisis awal selesai dilaksanakan. FGD pertama yang digelar pada 1 Desember 2025 dan kerja bakti pembersihan lingkungan pada 7 Desember 2025 menjadi fondasi kolaborasi antara tim pengabdian dan warga RT 01 RW 01 Kelurahan Kricak untuk mewujudkan konsep Healthy Kampoeng di kawasan yang menghadapi tekanan lingkungan cukup berat.

Analisis lapangan menunjukkan bahwa tiga persoalan utama perlu segera diintervensi, yaitu keterbatasan ruang gerak, minimnya ruang hijau, serta buruknya sanitasi dan kondisi drainase. Temuan tersebut diperoleh dari tiga kali survei lokasi, dua sesi wawancara pendalaman, dan satu FGD tahap awal yang mengidentifikasi tumpukan sampah, praktik pembakaran sampah, serta pembangunan talud yang belum merata sebagai pemicu penurunan kualitas lingkungan. Selain persoalan tersebut, Kampung Kricak memiliki potensi kuat berupa kesenian tradisional Gejog Lesung yang telah diwariskan turun temurun dan menjadi identitas warga setempat.
Konsep masterplan Kampung Sehat yang disusun Tim UGM menempatkan visi kampung yang sehat, hijau, resilien, dan berbasis potensi lokal sebagai arah utama pengembangan. Penataan sanitasi dan sistem persampahan, peningkatan kualitas drainase, penyediaan ruang terbuka dan ruang gerak warga, serta pengembangan koridor hijau di sempadan Sungai Winongo menjadi fokus intervensi awal. Integrasi potensi budaya seperti Gejog Lesung diharapkan dapat memperkuat identitas kampung dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Peran kelembagaan lokal, terutama PKK dan Karang Taruna, menjadi kunci penggerak pada tingkat komunitas, didukung pemerintah kelurahan dalam aspek administrasi dan tata kelola. Tahap lanjutan akan diisi oleh FGD kedua yang berfungsi menyelaraskan aspirasi warga dengan rancangan awal intervensi kawasan. Sinergi antara akademisi dan masyarakat ini diharapkan mampu melahirkan model transformasi kampung perkotaan yang sehat, tertata, dan berkelanjutan, serta dapat direplikasi di kawasan padat penduduk lainnya. (Jurnalis LKFT UGM: Anggita Noviana R.)