Studi evaluasi migas non konvensional di wilayah Gebang yang berlangsung pada 2 sampai 5 Desember di Gedung ERIC Fakultas Teknik UGM menjadi langkah strategis dalam memetakan peluang energi masa depan Indonesia. Kegiatan ini menempatkan penentuan sweet spot untuk potensi shale gas dan shale oil sebagai fokus utama, dilengkapi dengan perhitungan sumber daya serta penyusunan evaluasi awal terkait rencana pengembangan dan keekonomian proyek. Upaya ini sejalan dengan agenda penyediaan energi terjangkau dan cleaner fossil fuel technology sebagai bagian dari transisi menuju sistem energi yang lebih efisien.
Pelaksanaan studi ini ditopang oleh kerja sama erat antara SKK Migas, tim teknis Energi Mega Persada (EMP), dan tim LKFT UGM. Proyek ini berada di bawah arahan Dr. Ing. Ir. Donatus Hendra Amijaya S.T., M.T., IPM. yang memastikan keseluruhan proses berjalan sistematis mulai dari karakterisasi geologi hingga penyusunan maturity map dan penentuan sweet spot. Kerja sama lintas lembaga ini mencerminkan penguatan kemitraan untuk tujuan pembangunan, sejalan dengan arah pengembangan energi nasional.

Jika ditinjau dari aspek teknisnya, studi analisis ini memanfaatkan data geologi dan geofisika, geokimia, petrofisika, serta geomekanika. Integrasi keempat jenis data tersebut digunakan untuk menilai kualitas batuan induk, tingkat kematangan termal, karakter reservoir, serta kelayakan teknis pengembangan. Tiga daerah formasi utamanya yaitu Intra Belumai, Secanggang, dan Lower Baong yang menjadi fokus karena seluruhnya menunjukkan indikasi kuat sebagai penghasil shale gas dan shale oil.
Pengumpulan data dilakukan melalui pengambilan sampel batuan di daerah Bunin Kabupaten Aceh Timur sebagai sumber data primer untuk analisis geokimia dan karakterisasi batuan induk. Penguatan analisis dilakukan menggunakan data sekunder dari sumur eksisting di Blok Gebang. Ketiga formasi target kemudian dipetakan sebagai lokasi kunci untuk menilai zona prospektif non konvensional yang berpotensi dikembangkan pada tahapan selanjutnya.
Pemilihan wilayah Gebang sebagai lokasi studi didasarkan pada keberadaan cekungan dengan batuan induk yang telah terbukti produktif serta kondisi termal yang matang. Pengetahuan mengenai potensi non konvensional di wilayah ini memberikan wawasan penting bagi pembacaan cadangan energi masa depan Indonesia. Tantangan keekonomian memang masih nyata pada kondisi saat ini, namun pemetaan potensi tetap menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan skenario energi jangka panjang sekaligus mendukung pemantauan jejak karbon dan dinamika perubahan iklim.
Temuan awal menunjukkan bahwa sumber daya di Gebang belum mencapai tingkat keekonomian yang memungkinkan pengembangan dalam waktu dekat. Meski demikian, tim studi telah menyiapkan skenario pengembangan jangka panjang yang mencakup opsi pengeboran sumur pengembangan serta pembangunan fasilitas produksi setelah 2031 apabila kondisi keekonomian lebih mendukung. Kajian ini memberikan gambaran teknis yang lebih jernih serta arah strategis yang diperlukan untuk mempersiapkan pemanfaatan energi Indonesia pada tahun-tahun mendatang. (Jurnalis LKFT UGM: Anggita Noviana R.)