Kegiatan Rapat Tim Tenaga Ahli Fakultas Teknik UGM bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur diselenggarakan oleh Pusat Kajian LKFT UGM pada tanggal 11 November 2025 di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC) Fakultas Teknik UGM. Pertemuan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Swakelola Tipe II yang disepakati antara kedua pihak dalam rangka Penyusunan Kajian Risiko Bencana Kabupaten Belitung Timur Tahun 2025–2030.
Pelaksanaan kerja sama ini berlangsung selama empat bulan hingga 15 Desember 2025 dan menjadi langkah strategis dalam menghasilkan dokumen kajian risiko bencana yang komprehensif serta selaras dengan standar nasional. Output dari kerja sama ini meliputi peta risiko bencana Kabupaten Belitung Timur Tahun 2025–2030, dokumen kajian risiko bencana Kabupaten Belitung Timur Tahun 2025–2030, serta rekomendasi kebijakan penanggulangan bencana yang disusun berdasarkan hasil analisis dan temuan kajian. Pembahasan dalam rapat tersebut berfokus pada progres pelaksanaan kegiatan, termasuk perkembangan penyusunan peta, serta berbagai temuan yang telah diperoleh dari hasil kajian.

Paparan Tim Tenaga Ahli Fakultas Teknik UGM membahas progres penyusunan output kegiatan, meliputi pengembangan peta-peta tematik dan draf kajian risiko bencana, serta penyesuaian substansi kegiatan berdasarkan masukan dari BPBD. Menanggapi laporan tersebut, BPBD Belitung Timur memberikan sejumlah masukan terkait kebutuhan data dan arah pengembangan kajian, sekaligus menekankan pentingnya hasil kegiatan ini untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam memahami potensi ancaman dan strategi mitigasi bencana berbasis data ilmiah.

Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum awal bagi kedua pihak untuk memastikan bahwa penyusunan Kajian Risiko Bencana Kabupaten Belitung Timur dapat dilaksanakan secara sistematis, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan ketangguhan wilayah terhadap berbagai potensi bencana di masa mendatang. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen pembangunan berkelanjutan yang menempatkan keselamatan manusia, ketahanan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat sebagai landasan utama dalam perencanaan pembangunan daerah. (Jurnalis LKFT UGM: Anggita Noviana Rizki)