Pusat Kajian LKFT UGM menyelenggarakan agenda Koordinasi Pembahasan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Implementasi Analitika Kota Cerdas bersama Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) pada 3 November 2025 di Gedung Smart and Green Learning Center (SGLC) FT UGM. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi penerapan Digital Twin sebagai bagian dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berorientasi pada kota cerdas dan berkelanjutan.
Ruang Lingkup Kerja Sama
Pertemuan tersebut membahas rancangan PKS yang menargetkan implementasi program hingga tahun 2030. Kerja sama ini meliputi tiga ruang lingkup utama yang saling terintegrasi, yaitu:
- Digital Twin: Pengembangan platform digital untuk integrasi data spasial dan tata ruang dengan infrastruktur kota sebagai dasar perencanaan berbasis data.
- Smart Water Management: Pembangunan sistem pemantauan dan pengelolaan air secara real-time melalui integrasi sensor, data hidrologi, dan sistem pengelolaan terpadu untuk meningkatkan efisiensi sumber daya.
- High Performance Computing (HPC): Penguatan transformasi digital melalui pengembangan kapasitas komputasi berbasis kecerdasan buatan, green computing, serta perencanaan infrastruktur digital untuk mendukung analisis data berskala besar.
Diskusi Perjanjian Kerja Sama
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Dr. Agung Indrajit, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa pembangunan IKN diarahkan menjadi Living Lab nasional dengan prinsip Smart City, Global City, dan Forest City. Ia menegaskan bahwa keterkaitan antara pangan, energi, dan air menjadi tantangan utama yang dapat dijawab melalui penerapan Digital Twin untuk menciptakan sistem manajemen air yang efisien dan terintegrasi.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama FT UGM, Prof. Ir. Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU., ACPE., menambahkan bahwa FT UGM telah menjalin kerja sama dengan OIKN sebelumnya, termasuk melalui inisiatif Wanagama Nusantara. Ia menyampaikan bahwa kunjungan FT UGM ke OIKN memperkenalkan konsep pengembangan kota cerdas yang lebih baik dan adaptif. Gagasan Digital Twin dianggap dapat menjadi sistem terintegrasi yang mendorong terciptanya tata kelola kota yang lebih efisien dan berkelanjutan. Menurutnya, diperlukan kajian yang lebih mendalam agar implementasi sistem ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan wilayah IKN.
Kesimpulan Bahasan
Forum diskusi turut menyoroti pentingnya penerapan konsep integrated maintenance agar seluruh sistem dan peralatan dapat berfungsi secara sinergis. Pendekatan ini dinilai penting untuk menciptakan sistem kota yang saling terhubung dan efisien, sekaligus memastikan keterpaduan antara sistem OIKN dengan wilayah kabupaten serta kota di sekitarnya guna menjaga keseimbangan pembangunan regional. Selain itu, isu keamanan data dan keberlanjutan sistem digital juga menjadi perhatian utama. Penguatan tata kelola data dianggap perlu agar setiap proses digitalisasi di IKN berjalan aman, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan. Optimalisasi teknologi pun perlu disertai strategi pemeliharaan berkelanjutan, sehingga infrastruktur kota cerdas dapat terus mendukung aktivitas masyarakat secara konsisten dan adaptif terhadap perubahan.
Kerja sama antara FT UGM dan OIKN diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kontribusi akademik terhadap pembangunan nasional. Sinergi ini tidak hanya mendorong inovasi teknologi, tetapi juga memperkuat arah riset, pengembangan sistem kota cerdas, dan penerapan prinsip keberlanjutan di Ibu Kota Nusantara. Melalui upaya bersama ini, UGM berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mewujudkan kota masa depan yang inklusif, efisien, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Jurnalis LKFT UGM: Anggita Noviana R.)