Kerjasama antara PT Gotion dan Pusat Kajian LKFT UGM terkait pengembangan baterai power pack untuk kendaraan listrik secara resmi dilaksanakan, dibuktikan dengan penandatanganan kontrak oleh Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc, Ph.D., IPU, ASEAN Eng., Dekan Fakultas Teknik UGM, di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC) pada 26 September 2025. Kerjasama ini bertujuan memastikan keamanan struktur baterai, efektivitas pemindahan panas, dan peningkatan kualitas produk agar mendukung kendaraan listrik yang ramah lingkungan serta berkontribusi pada energi bersih dan terjangkau. PT Gotion memerlukan simulasi yang dapat menilai apakah desain baterai mampu menahan tekanan struktural dan suhu tinggi selama operasional, sehingga kualitas dan keselamatan produk tetap terjaga.

Simulasi teknis akan dilakukan menggunakan perangkat lunak ANSYS, yang dikenal luas untuk analisis struktur dan thermal. CAE Engineer dari PT Gotion bersinergi dengan Tim Arjuna, salah satu tim bergengsi di bidang mobil listrik dari Fakultas Teknik UGM, serta Tim Teknik Mesin UGM, untuk melakukan simulasi dan analisis secara kolaboratif. Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN, dosen Teknik Mesin UGM, menjelaskan, “Bentuk kerjasama yang kami jalankan adalah technical support, di mana transfer teknologi dan kapabilitas berlangsung melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di Teknik Mesin UGM, serta dukungan perangkat keras berperforma tinggi dari PT Gotion,” Kerjasama ini juga mendorong inovasi industri, efisiensi energi, dan penggunaan teknologi energi bersih, sejalan dengan prinsip konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
PT Gotion menyediakan komputer berperforma tinggi untuk mendukung simulasi yang dilakukan di fasilitas Teknik Mesin UGM. Setelah tahap awal selesai, hasil simulasi akan dibawa ke Jakarta untuk implementasi lebih lanjut. Kerjasama ini dipandang strategis karena tidak hanya mendukung pengembangan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia, tetapi juga meningkatkan kemampuan teknis lokal dalam simulasi dan pengujian baterai, serta memperkuat kemitraan untuk mencapai tujuan. Tahap awal kerjasama ditargetkan rampung akhir tahun 2025, menandai milestone pertama dalam pengembangan baterai power pack. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kapabilitas lokal dan mendorong transformasi kendaraan listrik yang aman, efisien, dan berkelanjutan. (Jurnalis LKFT UGM: Anggita Noviana R.)