Agenda Transient Stability Analysis untuk jaringan interkoneksi Petrokimia Gresik dilaksanakan pada 25 September 2025 di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC), Fakultas Teknik UGM. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan keandalan sistem tenaga listrik yang menopang proses produksi industri petrokimia berskala besar. Inisiatif ini juga mendukung transisi menuju energi bersih yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Studi dimulai pada 25 April 2025 dengan kick off meeting pada 2 Mei 2025 dan berlangsung selama 146 hari kalender. Survei lapangan dilakukan untuk melengkapi data simulasi, sementara analisis dan pemodelan dikerjakan di laboratorium Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik UGM. Hasil laporan akhir telah dipresentasikan secara daring pada 3 September 2025. Pada 25 September, agenda difokuskan pada pemaparan dari pihak PT Petrokimia Gresik mengenai rencana pengembangan kelistrikan perusahaan. Roadmap ini akan dijalankan dalam empat tahap untuk memperkuat infrastruktur energi industri sekaligus membuka peluang kerja sama baru dengan Pusat Kajian LKFT UGM.

Salah satu aspek krusial dari kajian ini adalah menjaga stabilitas transien, yakni kemampuan sistem tenaga listrik untuk tetap sinkron setelah menghadapi gangguan besar. Kehilangan stabilitas dapat berakibat pada trip unit pembangkit, kegagalan sinkronisasi, hingga blackout yang berdampak pada produksi industri petrokimia. Konsekuensi ini bukan hanya soal kerugian finansial, tetapi juga terkait efisiensi konsumsi energi serta keberlanjutan rantai pasokan.
Dalam diskusi teknis, sejumlah parameter utama ditelaah, termasuk uprating trafo, sensitivitas impedansi, kompensator, hingga hasil load flow yang menunjukkan tegangan bus sekunder transformer sebesar 96,44 persen, masih sesuai standar SPLN. Rekomendasi yang dihasilkan antara lain peningkatan kapasitas trafo, penambahan kompensator, serta penguatan sistem proteksi. Langkah ini menunjukkan bagaimana riset aplikatif dapat mendukung inovasi industri dan menjaga keandalan sistem listrik di kawasan industri strategis.
Kolaborasi ini bukan hanya menghasilkan solusi teknis, tetapi juga menjadi contoh nyata kemitraan antara akademisi dan industri. Dengan mengedepankan inovasi dan efisiensi energi, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana kerja sama lintas sektor dapat memperkuat sistem kelistrikan yang tangguh sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. (Jurnalis LKFT: Anggita Noviana R.)