Pusat Kajian LKFT UGM menggelar diskusi strategis dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 9 September 2025 di Gedung ERIC, Fakultas Teknik UGM. Pertemuan ini menjadi langkah awal perumusan kerja sama riset eksplorasi batubara dan mineral di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung penyediaan energi terjangkau dan berkelanjutan.
Kedua pihak menyoroti pentingnya pendetailan data pada 10 lokasi yang memiliki indikasi potensi batu bara namun belum terpetakan secara lengkap. Lokasi-lokasi tersebut akan dikelompokkan menjadi empat klaster untuk diteliti lebih mendalam. Penelitian mencakup pengolahan data pemetaan geologi, topografi berbasis LiDAR, hasil pengeboran, serta logging geofisika. Interpretasi data tersebut kemudian digunakan untuk menyusun pemodelan geologi dan menghasilkan estimasi potensi batu bara minimal pada kelas sumber daya tereka menggunakan uji prospek beralasan (pit optimasi/BESR).

Hasil penelitian akan dituangkan dalam laporan akhir tahun yang memuat rincian setiap lokasi, termasuk estimasi potensi pada kelas target eksplorasi dan inventori. Data tersebut akan menjadi dasar rekomendasi kebijakan publik bagi Kementerian ESDM dan pihak terkait, khususnya dalam perencanaan industri energi bersih, pengembangan infrastruktur pendukung, serta dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Kerja sama ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir 2025, dengan target progres signifikan dicapai pada pertengahan Oktober. Mekanisme evaluasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas data dan ketepatan hasil pemodelan. LKFT UGM menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintah dalam penyediaan data geologi yang akurat. “Kami berharap hasil penelitian ini dapat dijalankan dengan seefektif mungkin untuk mendukung tujuan utama pemerintah di bidang sumber daya mineral,” ujar perwakilan LKFT saat diskusi.
Kolaborasi antara UGM dan Kementerian ESDM ini juga mencerminkan bentuk kemitraan strategis antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri. Adanya dukungan riset berbasis inovasi, langkah ini diharapkan mampu memperkuat infrastruktur energi, membuka peluang inovasi industri, serta memastikan pemanfaatan sumber daya alam yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan hidup. (Jurnalis LKFT UGM: Anggita Noviana R.)