Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaksanakan kunjungan ke Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dalam rangka Kick-Off Meeting Penyusunan Kajian Pokja Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Minerba pada tanggal 25 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Pancabrata Prof. Herman Johannes (ERIC), Fakultas Teknik UGM sekaligus menjajaki kerja sama kajian strategis bersama LKFT UGM.
Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan Fakultas Teknik UGM dari Departemen Teknik Geologi, yaitu Agus Hendratno, S.T., M.T., dan Prof. Dr.rer.nat. Ir. Arifudin Idrus, S.T., M.T., IPU. Turut hadir pula jajaran internal Ditjen Minerba, di antaranya Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, para direktur di lingkungan Minerba, Kepala Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara “Tekmira”, serta para koordinator Direktorat Pembinaan Program Minerba. Kegiatan ini merupakan pertemuan perdana untuk memaparkan rencana kerja, menyelaraskan metodologi, serta menyusun linimasa pelaksanaan tiga paket kajian strategis nasional. Ketiga kajian tersebut meliputi:
- Analisis Dampak Kebijakan Agreement on Reciprocal Trade antara Republik Indonesia dan Amerika Serikat terhadap sektor pertambangan nasional
- Kajian Analisis Dampak Sosial di wilayah lingkar tambang Provinsi Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan
- Kajian Investasi Eksplorasi terhadap peningkatan cadangan baru (pioneer reserve expansion) komoditas nikel di Indonesia

Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Ditjen Minerba Kementerian ESDM dan Lembaga Kajian Fakultas Teknik UGM yang diwakili Departemen Teknik Geologi. Kegiatan tersebut bertujuan membangun kerja sama kelembagaan antara regulator dan akademisi agar proses penyusunan kajian memiliki dasar ilmiah (scientific-based) yang kuat, komprehensif, dan aplikatif. Tujuan utama dari kajian ini meliputi penyusunan rekomendasi kebijakan yang adaptif terhadap dinamika perdagangan global, pengembangan kerangka mitigasi dampak sosial dan lingkungan berbasis karakteristik wilayah pertambangan, serta optimalisasi model investasi eksplorasi untuk mendukung keberlanjutan pasokan komoditas strategis nasional, khususnya nikel.
Pada sesi diskusi, Agus Hendratno, S.T., M.T. menjelaskan pentingnya pendekatan kuantitatif dalam menganalisis pengaruh kebijakan internasional dan investasi terhadap kelayakan ekonomi proyek pertambangan dari sektor hulu hingga hilir. Sementara itu, Prof. Arifudin Idrus menyoroti peran keilmuan geologi dalam eksplorasi komoditas nikel, khususnya terkait penerapan geostatistika, analisis struktur geologi regional, dan pemahaman genesa endapan untuk meningkatkan peluang penemuan cadangan baru.

Kegiatan ini menunjukkan keterkaitan erat antara aspek teknik dan geologi dalam sektor pertambangan. Kajian yang disusun tidak hanya membahas ekonomi dan investasi, tetapi juga menerapkan pendekatan geologi untuk mendukung eksplorasi sumber daya mineral yang berkelanjutan dan berbasis data ilmiah. Kolaborasi antara pemerintah dan akademisi diharapkan mampu menghasilkan kajian yang komprehensif sebagai dasar pengambilan kebijakan strategis nasional sekaligus mendorong eksplorasi nikel yang lebih terarah guna mendukung kebutuhan industri hilirisasi nasional. (Jurnalis LKFT Disunting dari Irvan Fatarwin Lubis, S.T.)