Tim Geo-AIT Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Citata) DKI Jakarta pada 20 November 2025 untuk mematangkan tahap akhir pengembangan Peta Dasar 3 Dimensi (Digital 3D City Jakarta). Pertemuan ini menjadi momentum penting menjelang paparan laporan akhir pada 2 Desember dan penyerahan kontrak pada 9 Desember 2025.

Citata menegaskan bahwa paparan akhir harus disusun secara umum, ringkas, dan menonjolkan capaian utama, sehingga mudah dipahami pimpinan tanpa perlu rincian teknis mendalam. Proses quality control (QC) data tetap berlanjut hingga Januari 2026 untuk memastikan seluruh keluaran memenuhi standar pemanfaatan jangka panjang.
Geo-AIT UGM mempresentasikan berbagai kemajuan, mulai dari peningkatan visualisasi kota 3D, penyederhanaan kelas BIM, hingga integrasi struktur internal bangunan yang dapat mendukung analisis lanjutan. Tim juga menunjukkan kemampuan analitik meliputi pemodelan energi, pemetaan CCTV, traffic monitoring, serta analisis perubahan berbasis LiDAR yang menjadi landasan pemutakhiran data spasial Jakarta.

Permintaan Citata berfokus pada arahan teknis integrasi sistem ke PUSDATIN, mencakup kebutuhan perangkat, tata kelola penyimpanan data, serta rekomendasi pengembangan ke depan. Penyusunan executive summary juga diminta sebagai dokumen strategis yang merangkum capaian, manfaat, dan arah lanjutan setelah proyek selesai. Pembahasan dilanjutkan pada kebutuhan pemodelan RDTR 3D, penyediaan LOD 2, dan pembaruan visual kawasan prioritas seperti kompleks Balai Kota. Usulan penambahan data untuk wilayah yang belum terpetakan sepenuhnya, termasuk kawasan Blok M, juga menjadi bagian dari agenda.
Penekanan khusus diberikan pada urgensi transfer knowledge sebelum Januari 2026 agar seluruh proses, metode, dan data terdokumentasi dengan baik. Kapasitas internal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan meningkat sehingga sistem 3D City Jakarta dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai dasar perencanaan kota berbasis data ke depan.Upaya ini sekaligus memperkuat kontribusi Jakarta dalam mencapai target SDGs, khususnya pada pembangunan kota berkelanjutan, inovasi, dan tata kelola berbasis data. (Jurnalis LKFT UGM: Anggita Noviana Rizki)