Pusat Kajian LKFT bersama dengan PT PLN (Persero) dan PT PLN Enjiniring (PLN-E) menggelar Focus Group Discussion (FGD) selama dua hari pada tanggal 9–10 Oktober 2025, di Hotel Borobudur, Jakarta. Forum yang dipimpin oleh Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., selaku Ketua Tim UGM sekaligus pakar sistem energi nasional, menjadi bagian dari penyusunan Masterplan Kelistrikan Wilayah Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara (Sulmapana). Kegiatan ini bertujuan memperkuat integrasi antara proyeksi kebutuhan dan pasokan energi, sekaligus memastikan arah pembangunan sistem kelistrikan nasional yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan.
SDGs 13
Agenda Hardware in the Loop (HIL) Test sukses dilaksanakan pada 25–26 September 2025 di Gedung ERIC oleh PT PLN bersama PT Royal Energi Resources dan Pusat Kajian LKFT. Uji coba ini menjadi tahapan penting sebelum pemasangan smart microgrid control di Nusa Penida, sekaligus memastikan teknologi dapat berfungsi optimal dan aman ketika diterapkan.
Agenda tindak lanjut kerja sama antara LKFT UGM dan PT Bukit Asam (BA) berlangsung pada 24–25 September 2025 di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC), Fakultas Teknik UGM. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk meninjau hasil pilot project kalium humat dan merumuskan langkah menuju komersialisasi skala penuh.
Kerja sama antara Pusat Kajian LKFT UGM dengan PT PLN Indonesia Power menandai langkah strategis dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia dan penerapan teknologi mutakhir di sektor ketenagalistrikan. Salah satu wujud nyata dari kolaborasi ini adalah penyelenggaraan pelatihan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) yang berlangsung pada 22–26 Oktober 2025 di Engineering Research and Innovation Center (ERIC), Fakultas Teknik UGM.
Kolaborasi antara Pusat Kajian LKFT UGM dengan PLN Nusa Daya kembali menguatkan langkah transisi energi nasional. Pada 18 September 2025, di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC) Fakultas Teknik UGM, digelar diskusi yang membahas penyusunan roadmap hibridisasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan energi baru terbarukan (EBT), serta penelitian studi kasus di Maratua, Kalimantan Timur sebagai daerah percontohan.